PKK Kampung Sosiri Menggelar Pelatihan Jahit-menjahit

Foto bersama Instruktur, Peserta dan P2DP

Dalam kehidupan sehari-hari peran seorang wanita sangat besar, apalagi wanita yang sudah berkeluarga atau seorang ibu rumah tangga. Seorang suami dipuji karena tampil dengan pakaian yang rapi dan gagah, atau tamu yang berkunjung kerumah dan melihat rumah yang bersih, indah bahkan teratur dan masih banyak hal lagi yang dilakukan seorang ibu, itu semua karena peran seorang ibu. Terkadang kita tidak menyadari bahwa tugas seorang isteri sangatlah berat dalam sebuah rumah tangga, untuk itu seorang ibu rumah tangga perlu di bekali dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan agar mendukung suaminya dan menjadi seorang wanita bijak yang memiliki kapabilitas.

Ibu-ibu PKK Kampung Sosiri sedang berlatih jahit-menjahit dan diawasi langsung oleh Instruktur

Jika kita benar-benar jeli dan melihat dengan baik, semuanya itu terangkum dalam 10 Program Pokok PKK yang terbagi dalam 4 kelompok kerja (Pokja). Pendidikan dan ketrampilan masuk dalam Pokja 2 (dua). Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kampung Sosiri melihat hal-hal itu sesuatu yang serius sehingga mendorong mereka mengusulkan pelatihan jahit-menjahit di saat musrembang kampung, hal itu disambut baik dan disetujui oleh Pemerintah Kampung Sosiri sehingga dialokasikannya dana dari Pemberian Bantuan Provinsi (PBP) atau Prospek untuk melakukan kegiatan ini.

Bahan-bahan Praktek dan Mesin Jahit

Kegiatan jahit-menjahit tersebut dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 4-5 Oktober 2018 di balai Kampung Sosiri, kegiatan ini  semula direncanakan untuk 10 orang namun karena antusiasme ibu-ibu begitu besar  dan senang sekali dengan adanya kegiatan ini sehingga ada yang datang sendiri akhirnya bertambah jumlah peserta menjadi 15 orang. Instruktur atau Pelatih yang di datangkan ada 2 orang yakni dari Penjahit “Fajar” Pasar baru Sentani.

Ketua P2DP Kampung Sosiri “Darius Enok”

Ketua Pokja Pelaksana Dana Prospek (P2DP) Kampung Sosiri, Darius Enok, mengatakan dana yang di anggarkan untuk pelatihan ini sebesar Rp. 20.906.000 yang dipakai untuk Belanja Bahan Praktek dan Pelatihan, Pengadaan Mesin Jahit, Honorarium Panitia, Honorarium Instruktur, Transportasi Instruktur dan Peserta, Komsumsi dan ATK P2DP. Dana ini adalah sisa dana atau silpa Prospek Tahap II Tahun Anggaran 2016.

Pemerintah Kampung Sosiri setiap tahun selalu mengalokasikan dana untuk PKK, dana yang dialokasikan tahun ini memang kecil dikarenakan ada program/kegiatan yang muncul atau tambahan setelah musrembang yang tidak direncanakan sebelumnya seperti hari Air Bersih Se-dunia, Biaya Perawatan Jaringan Listrik dan Penggantian Meteran Listrik Warga dan khusus tahun ini ada tambahan yaitu Pemilihan Kepala Kampung dan biaya Pemekaran Kampung Kanda sehingga mengurangi dana untuk pos-pos kegiatan sebelumnya sehingga dikurangi dari dana untuk kelembagaan-kelembagaan seperti, kelembagaan agama, kelembagaan adat, PKK dan Karang Taruna. Hal ini dilakukan karena desakan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri, demikian keterangan Kepala Kampung Sosiri,  Andreas Enok saat perbincangan bersama masyarakat. /fdike(adminks)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*